October 29, 2016

Anugrah Demokrasi: Plt Gubernur DKI Siapkan Hadiah Anugerah Demokrasi


 



DIREKTUR Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono yang baru sehari mejabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta berinisiatif untuk mengapresiasi warga yang berpartisipasi dalam pilkada melalui Anugerah Demokrasi. Penghargaan itu akan diberikan kepada setiap kelurahan."Kalau perlu kita buat penghargaan kepada kampung atau kelurahan yang memiliki partisipasi tinggi (dalam pilkada), namanya Anugerah Demokrasi. Nanti yang menilai biar Komisi Pemilihan Umum saja," ujarnya saat berkunjung ke Kantor KPU DKI Jakarta, Jumat (28/10).

Menurutnya, indikator penilaian bisa dari persentase partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS) pada 15 Februari 2017. Jumlah pelanggaran yang terjadi di setiap kelurahan juga bisa menjadi indikator penilaian."Semakin tinggi persentase kehadiran warganya untuk menggunakan hak pilih, semakin baik nilainya. Dihitung juga apakah kelurahan itu melakukan pelanggaran atau tidak," jelasnya.
Penghargaan berupa Anugerah Demokrasi, imbuhnya, akan dilaksanakan pascapilkada serentak 2017. Wacana bermotif memacu semangat masyarakat untuk menggunakan hal pilih itu mendapat sambutan positif dari Ketua KPU DKI Soemarno. KPU DKI, ucap Soemarno, menargetkan jumlah partisipasi masyarakat Jakarta pada Pilkada 2017 sebesar 77,5% atau lebih tinggi daripada realisasi partisipasi pada Pilkada 2012 sebesar 65%. "Pilkada 2017 kita ingin di atas 70%," cetusnya
Berkenaan dengan itu, Soemarno mendorong perekaman KTP-E di Ibu Kota segera dituntaskan. "Diperkirakan, masih ada sekitar 300 ribu warga yang belum melakukan perekaman KTP-E.

"Dia meminta Asisten Sekda Bidang Pemerintahan DKI Bambang Sugiono untuk menindaklanjuti percepatan itu. Namun, jika tidak bisa terkejar, warga bisa menggunakan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI. "Saya minta Pak Aspem untuk monitor agar bisa dilakukan percepatan-percepatan. (Aya/Ssr/P-3)
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/read/74566/plt-gubernur-dki-siapkan-anugerah-demokrasi/2016-10-29

September 21, 2016

PDI-P Bergabung, Strategi Tim Pemenangan Ahok-Djarot Diubah

PDI-P Bergabung, Strategi Tim Pemenangan Ahok-Djarot Diubah


Wakil Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G. Plate mengatakan, tim pemenangan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat segera disusun menghadapi Pilkada DKI 2017. Tim pemenangan ini akan disusun dari gabungan empat partai politik, yakni Nasdem, Golkar, Hanura, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)."Struktur tim pemenangan akan dibicarakan, akan kami susun," ujar Johnny ketika dihubungi di Jakarta, Senin (20/9/2016).

Menurut Johnny, penyusunan tim pemenangan dari keempat partai tersebut perlu dilakukan. Pasalnya, perlu penyamaan visi dan program dari masing-masing partai untuk memenangkan Ahok-Djarot. "Setiap partai ini punya resonansi berbeda jadi perlu disusun program dan visi ke depan," kata Johnny.

Rencananya, tambah Johnny, koalisi partai tersebut hari ini (21/9/2016) mendaftarkan Ahok-Djarot ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. "Kita bersama-sama mendaftarkan Ahok-Djarot dulu ke KPUD DKI," ujar Johnny.

Pasangan petahana Ahok-Djarot saat ini memiliki dukungan dengan jumlah 52 kursi DPRD DKI Jakarta. Jumlah tersebut didapatkan dari Nasdem sebanyak lima kursi dukungan dari Nasdem, 10 kursi dari Golkar, dan sembilan kursi dari Hanura. Adapun PDI-P yang terakhir mengusung Ahok-Djarot memiliki 28 kursi.


PDI-P resmi memutuskan kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Keputusan ini diumumkan di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016)

September 8, 2016

Ahok Lebih Nyaman Diusung Mega, Ini Kata Novanto




Cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku lebih nyaman dicalonkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Apa kata Ketum Golkar Setya Novanto yang sudah deklarasi mendukung Ahok?"Kita serahkan ke kebijaksanaan saudara Ahok. Tentu kita dari Golkar tetap mendukung," kata Novanto kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (8/9/2016).

Ahok lebih nyaman diusung Megawati salah satunya karena dia tidak usah repot mencari kebutuhan kampanye. Lalu apakah Golkar juga menjanjikan dana kampanye untuk Ahok?

"Waduh, itu rahasia," katanya.

Novanto kemudian bicara soal cawagub pendamping Ahok yang sampai kini belum diputuskan. "Apapun yang menjadi keputusan saudara Ahok tentu kita akan dukung," ujarnya.Lalu bagaimana kalau akhirnya duet Ahok-Djarot yang diidamkan Golkar gagal karena PDIP memilih mengusung duet Risma-Djarot di Pilgub DKI?

"Kalau memang itu diputuskan Djarot, tentu kita akan berterimakasih. Kita akan melakukan langkah-langkah besar untuk pemenangan saudara Ahok," jawabnya.
(van/erd)

Sumber : http://news.detik.com/berita/3294248/ahok-lebih-nyaman-diusung-mega-ini-kata-novanto


August 29, 2016

Lewat Sepasang Roti Buaya, Ahok dan Djarot Dilamar Teruskan Pimpin DKI


Sekelompok orang yang menamakan diri sebagai relawan Ahok-Djarot 'melamar' Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Proses melamar itu dilakukan dengan menyerahkan dua buah roti buaya yang merupakan kue khas masyarakat Betawi, kepada Ahok dan Djarot di pendopo Balai Kota DKI. Roti buaya biasanya dibawa untuk lamaran atau acara pernikahan dalam adat Betawi.
"Ini simbol melamar, meminta Pak Ahok dan Pak Djarot berdampingan maju lagi di Pilgub DKI," kata Doddy Matondang, koordinator relawan Ahok-Djarot, di Balai Kota DKI, Senin, 29 Agustus 2016. Doddy mengatakan bahwa roti buaya sudah ia siapkan dari jauh hari. Ia berharap penyerahan roti buaya dapat menjadi pertimbangan para petinggi partai agar kembali mengusung Ahok dan Djarot untuk pemilihan kepala daerah DKI 2017.
Menurut Doddy, kepemimpinan Ahok-Djarot perlu diteruskan agar tercipta stabilitas untuk program pembangunan Jakarta. Sebab itu, Doddy menuturkan, pembangunan berkelanjutan harus diiringi dengan kepemimpinan yang berkelanjutan juga. "Ahok-Djarot kombinasi yang harus dipertahankan," ujarnya. Ahok sendiri tak banyak memberi tanggapan seputar makna pemberian roti buaya itu. Dia juga mengaku tidak mengenal para anggota relawan tersebut. "Aku enggak kenal mereka. Semua orang datang, gua sambut baik," kata dia.
Adapun Djarot menjelaskan bahwa pemberian roti buaya kepada dia dan Ahok merupakan simbol bahwa masyarakat melamar keduanya. Relawan, kata Djarot, menginginkan keduanya tetap memimpin Jakarta untuk periode selanjutnya. Menurut dia, hal itu sah saja dilakukan."Lamaran itu tentu saja kami terima baik, dan kami sampaikan kepada partai. Nanti kami akan proses mekanisme partai, lamaran itu," tutur Djarot.

Sumber : Friski Riana- https://nasional.tempo.co/read/news/2016/08/29/078799697/diberi-sepasang-roti-buaya-ahok-dan-djarot-dilamar

August 23, 2016

Basuki Nilai KPU Siap dan Profesional


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yakin Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI cukup profesional dalam menjalankan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017 mendatang. Semua kegiatan harus dilakukan secara transparan.

“Saya kira KPU DKI cukup siap dan profesional ya. Kami sudah ketemu 2-3 kali, saya sampaikan semua yang penting dibuat transparan,” kata Basuki, usai pemberian hibah anggaran kepada KPU dan Bawaslu, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/5). Basuki meminta transparansi tidak hanya untuk anggaran saja, tetapi juga untuk pengawasan usai pemilihan berlangsung. Sehingga masyarakat bisa melihat tidak ada kecurangan dalam semua proses pemilihan.

“Terutama sistem pengawasan setelah pemilihan. Supaya orang bisa lihat tidak ada kecurangan, tentu Bawaslu harus bekerja keras,” katanya.Bahkan, Basuki menawarkan agar semua tahapan Pilkada bisa masuk dalam Jakarta Smart City. Tawaran ini bisa menghemat anggaran dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal ini juga bisa menghindarkan dari fitnah, karena semua terintegrasi dengan jaringan internet.


“Kami sudah tawarkan Jakarta Smart City. Bawaslu kan tidak bisa membentuk banyak jaringan, dananya terbatas. Karena saya melihat bisa saja, firnah macam-macam. Jadi lebih baik dibuat transparan, seadil mungkin baru orang bisa puas. Ini Jakarta loh disorot habis,” tandasnya. [Beritajakarta]
Sumber: http://ahok.org/berita/news/basuki-nilai-kpu-siap-dan-profesional/

August 6, 2016

Yang Penting yang Terbaik Lah untuk Pak Ahok


Sejumlah warga di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara tampak antusias mendatangi acara yang dilakukan salah satu partai pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Partai Nasdem di Kelurahan Kebon Bawang, Sabtu (6/8/2016).
Dari pantauan di lokasi, puluhan warga yang mayoritas ibu-ibu datang membawa serta anaknya untuk ikut menghadiri acara tersebut. Bani (45), warga RW 09 Kelurahan Kebon Bawang mengatakan, kedatangannya ke acara tersebut untuk bertemu dengan Ahok.
Bani menjelaskan, ada kabar kalau Ahok akan datang ke Kelurahan Kebon Bawang.
"Saya sih datang aja, kabarnya Ahok mau datang, makanya saya juga datang," ujar Bani di Kelurahan Kebon Bawang, Sabtu sore.

Bani menyebut mengaku sebagai salah satu pendukung Ahok untuk kembali maju pada Pilkada DKI 2017. Menurut Bani, sejumlah perubahan telah dilakukan Ahok. Salah satunya biaya sekolah yang saat ini telah digratiskan.
"Kalau saya sih senangnya sama Pak Ahok anak sekolah gratis, karena KJP (Kartu Jakarta Pintar). Udah gratis, dapat uang lagi, dua kali untungnya," ujar Bani.
Tak hanya Bani, Inoh, warga RW 09 juga mengaku mendukung Ahok karena saat ini akses berobat di Jakarta menurutnya sangat mudah dijangkau.

"Sekarang kan BPJS gratis, pokoknya apa-apa gratis deh mas," ujar Inoh.
Saat ditanyakan terkait Ahok yang lebih memilih jalur partai politik dibanding jalur independen, Bani dan Inoh mengaku tidak mempermasalahkan pilihan Ahok itu. Yang paling penting, kata mereka kalau Ahok bisa kembali maju pada Pilkada DKI.
"Parpol juga baik kok, tapi yang penting yang terbaik lah untuk Ahok," ujar Bani.
Ketua Pantia penyelenggara acara tersebut, Prio, mengatakan akan ada sejumlah tokoh yang datang pada acara itu, seperti Ketua Tim Pemenang Ahok pada Pilkada 2016, Nusron Wahid dan relawan pendukung Ahok yaitu "Teman Ahok".

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/06/16420381/.yang.penting.yang.terbaik.lah.untuk.pak.ahok.

July 19, 2016

Juri Ardiantoro Terpilih Jadi Ketua Baru KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya memiliki Ketua definitif setelah wafatnya almarhum Husni Kamil Manik beberapa waktu lalu. Dalam Rapat Pleno KPU yang diselenggarakan sejak Senin (18/7) malam hingga Selasa (19/7) dini hari, diputuskan bahwa Juri Ardiantoro dipilih sebagai Ketua KPU definitif.

"Rapat pleno memutuskan untuk ketua KPU definitif yaitu bapak Juri Ardiantor. Jadi, pak Juri akan menjadi Ketua KPU definitif menggantikan pak Hadar Nafis Gumay yang menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU selama 7 hari yang mengesankan," ujar Sigit Pamungkus saat konferensi pers di Lantai 2 Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol 29, Menteng, Jakarta, Selasa (19/7).
Sigit menjelaskan, rapat pleno tersebut tidak hanya membahas penentuan Ketua KPU definitif, tetapi juga membahas agenda-agenda penting lain. Terkait pemilihan Ketua KPU definitif, Sigit menuturkan, dilakukan secara masyawarah mufakat untuk menentukan siapa yang menjadi pengganti ketua KPU Almarhum Husni Kamil Manik. Penentuan melalui masyawarah pun menghindari terjadi kedudukan imbang (draw) dalam pemilihan.
"Dan di dalam rapat pleno ini, secara khusus dalam pemilihan ketua KPU definitif, kami bermusywarah menentukan siapa yang menjadi pengganti ketua KPU almarhum Pak Husni Kamil Manik," terang Sigit. Rapat pleno KPU ini dihadiri oleh enam komisioner KPU, yakni Juri Ardiantoro, Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, Sigit Pamungkas, Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Ida Budhiati.
KPU periode 2012-2017 sudah memiliki tiga ketua KPU, yakni Husni Kamil Manik yang meminpin sejak 2012 sampai Juli 2015, Hadar Nafis Gumay yang menjadi pelaksana tugas (Plt) selama seminggu dan Juri Ardiantoro yang akan memimpin sampai 2017.Yustinus Paat/FER
Sumber : http://www.beritasatu.com/nasional/375259-juri-ardiantoro-terpilih-jadi-ketua-kpu-definitif.html#newsletter